Bangun Tidur

Bangun Tidur

17.52.00
Uap menguap rasa membawa
Saat bangun dari tidur
Terlelap terdiam tak berbicara
Sementara saja

         Sore datang menghampiriku
         Memikat dengan angin sepoi berlalu
         Membuat kelopak mata turun sedikit
         Sedikit untuk menutup

Tidak!
Aku harus bangun
Meski kantuk yang begitu dalam
Meski rasa yang begitu tajam
Bangun untuk menjalani
Hari-hariku yang tertunda
Cobaan ini Menguncang

Cobaan ini Menguncang

23.30.00
Terbentang luas seluas samudera
Melayang rasa dalam tatapan
Nafsu menguncang
Cobaan oh cobaan

         Tak tentu dalamnya laut
         Kuarungi setiap sudut tanpa batas
         Mencari sesuatu yang baru
         Menegakkan keadilan

Engkau takkan bisa
Mencoba berdalih panjang
Dalam teori godaan
Aku berpegang teguh
Seteguh tiang baja
Pertanyaan Mana?

Pertanyaan Mana?

20.37.00
Dalam kertas tipis berlantun keras
Tinta tanpa kata bersyarat
Semula aku tidak bergumam
Menjawab tiap persoalan
Adinda

Adinda

20.34.00
Wajahmu terkenang saat kupandang
Terlintas dalam benak seharian
Menempel bak dikata perekat
dalamnya pikiran selalu merajai
Pak Pos

Pak Pos

20.30.00
Berbaju kerah rapi
Bermotor oren sebagai kendaraan
Dalam saat tak diundang
Menyampaikan tiap alamat

Catatan Saadillah Juara Lomba Sastra Blog

Catatan Saadillah Juara Lomba Sastra Blog

20.26.00
Bagaimana rasanya menjadi the winner? Pasti teman-teman bertanya seperti itu. Saya sangat senang karena bisa mendapatkan juara 2 dalam perlombaan FBSI atau Festifal Blog Sastra Indonesia, Baca di bawah ini ya.

FBSI: CATATAN DAN PENGUMUMAN FESTIVAL

Festival Blog Sastra Indonesia (FBSI)

Festival Blog Sastra Indonesia (FBSI)

22.50.00

Reblog from http://retakankata.com/
Kabar Buday-RetakanKata
festival blog sastra indonesiaMendasarkan pemikiran yang ada di sini dan menyadari bahwa setiap pemikiran dalam upaya menumbuhkembangkan seni dan sastra Indonesia adalah berharga maka RetakanKata menyelenggarakan Festival Blog Sastra Indonesia.  Untuk FBSI kali ini khusus diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap pelajar dan mahasiswa
Diam dalam senyuman

Diam dalam senyuman

20.11.00
Dalam diam rinai turun
Menyeka airmata jatuh tertahan
Tersendiri dalam sudut ruangan
Menyimpul senyum berbalut luka
Malam

Malam

21.05.00
Gelap segelap gulita
Bersanding angin yang berlalu
Dalam tepian temaram lalu
Hingga nyanyian syahdu

Hujan Saat Ini

Hujan Saat Ini

17.20.00
Rintik ini terus turun
Menyampaikan tiap kesan
Saat ini langit yang kelam
Awan berarak berhenti sejenak

Libur

Libur

14.02.00
Ketika awan berarak merdu
Langit merona menyampaikan cerah
Gelitik angin membahana tinggi
Secerah lukisan matahari

Buku-buku

Buku-buku

13.59.00
Pernahkah kita bertanya, apakah buku-buku itu bermanfaat?
Saya yakin, kita semua pasti pernah bertanya seperti itu. Banyak sekali para penulis yang menulis buku lalu melayangkan tulisan-tulisan itu ke sebuah media. lalu apalagi yang terjadi?
Khayalan Ini

Khayalan Ini

15.41.00

Sosok itu datang menghampiri
Saat khayalan terbuka untuk menanti
Tersenyum sendiri dan menghiraukan
Tiap kata hanya dari pikiran

Sunyi

15.36.00

Dalam diam gertak suara terdengar
Langkah kecil terus berjalan
Tanpa henti.
Ruangan yang sempit seakan terasa luas
Seperti padang pasir