Terima Kasih Sahabat

21.06.00
Ini adalah cerita pendek yang terinspirasi dengan pengalaman orang lain. Yuk kita baca

Hari kemarin terasa berbeda dengan sekarang yang ia rasakan, baru saja kemarin Andi berada di rumah. Tempat yang penuh dengan kemewahan dan kesenangan yang Andi rasakan. Tempat di mana Andi selalu tertawa lebar dengan teman-temannya yang membuatnya jatuh kedalam permasalahan hingga masalah yang diterima nya berlarut-larut dan selesai setelah ia datang dengan terpaksa dengan penuh rasa yang bertolak belakang untuk hadir dan tinggal di kampung ini. 

“Tempat yang asing untuk orang baru sepertiku.” Ucap Andi ketika melangkah keluar rumah untuk berkeliling kampung. 

Tak lama kemudian ada suara yang memanggil Andi. 
“Andi. Andi.” Panggil orang tersebut ketika melihat Andi dan dengan nafas tersengal-sengal. 
“Siapa lo, manggil gua? ” Ucap Andi seketika. 
“Apa ngak kenal denganku lagi An?. Ku Arif sahabatmu dulu An. Makin gaul aja An pakai Lo. Gua kayak orang kota?. ” Jawab Arif yang dulunya sahabat akrab nya. 
“Sorry kawan Gua ngak kenal dengan lo.” Ucap andi seraya meninggalkan Arif. 
Ketika Andi pergi baru datang teman-teman yang lain nya. 
“Kenapa Rif?.” Tanya siti yang baru datang bersama teman yang lain. 
“Barusan ku ketemu dengan Andi, kalian kenal kan?.” Jawab Arif. 
“Andi yang dulu sahabat kita tuh kan?.” Sergap toni yang kaget mendengar perkataan Arif. 
“Ia Ton. Tapi dia ngak ingat lagi dengan kita semua. Yaudah kita pulang yuk, dah keburu Maghrib tiba nih” Jawab Arif seperti orang kecewa. 
*** 

Keesokan hari nya. 
“jadi binggung Aku, kenapa mereka Sok Kenal Sok Dekat (SKSD) dengan ku. Padahal ku ngak kenal dengan mereka. Pikir Andi ketika melamun di belakang rumah. 
Tak lama kemudian semuanya datang. 
“Andi. Andi. Andi.” Teriak mereka semua. 
“Andi. Ada teman mu tuh.” Panggil Nenek  kepadaku. 
Dengan segera andi menuju ke ruang tamu. 
“Kalian siapa?.” Tanya Andi ketika melihat mereka. 
“Sombong kali kau An sekarang, kau ngak ingat dengan kami lagi?. Ngak ingat dengan janji persahabatan kita sebelum kau pergi untuk meninggalkan kampung ini 7 tahun yang lalu?. Apa kau ngak ingat dengan Arif yang selalu membantu mu ketika kau membutuh kan bantuan. Apa kau ngak ingat dengan orang yang selalu menantang mu berkelahi dan selalu kalah yaitu Aku Toni dan juga Siti juga Nina?.” Jawab Toni yang emosi dan mencoba mengingarkan Andi. 
Sesaat Andi terdiam karena ucapan itu, setelah kehilangan banyak teman kini pikiran nya melayang dengan ingatan yang ia lupakan yaitu sahabat. 
“Apa ia ya, Aku pernah tinggal di kampung ini? ” 
“Ia An kamu pernah tinggal disini dulu.” Jawab Nina. 
“Maaf ya aku melupakan kalian semua, dan ku juga minta maaf telah berlaku sombong dengan kalian sahabat terutama Arif. Terima kasih telah mengingatkan ku dengan persahabatan kita dulu. Ucap Andi sambil menanggis karena hal tersebut.” 
Ternyata Andi pernah tinggal di perkampungan itu. Dan persahabatan itu pun berlanjut.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar