Duet Cerpen

22.27.00
Ini adalah hasil dari kolaborasi penulis fiksi yang berada di bandung bernama Dhe dan yang berada di pekanbaru (Saya" Ahmad Saadillah) dalam sebuah event yang cukup bergengsi. Yuk baca cerpen nya.


Rinai hujan semakin deras membumbui gelapnya langit, menyalakan flash yang membuat mata berkedip. Memanjakan pohon hijau yang bergerak melambaikan ranting-ranting tersipu angin sepoi-sepoi.
Siang hari terasa seperti malam larut panjang untuk istirahat setiap mereka yang merasa letih lelah, jalanan yang sunyi membuat Fitri harus berteduh di sebuah halte bersama dengan teman yang bernama Ima.
Becek nya jalan memilih untuk bermuara di depan halte yang konon katanya mempunyai misteri yang anker. Begitulah mereka menyebutnya, cerita anak sekolahan yang sulit dipercaya setiap orang-orang yang berteduh di sana. Rinai semakin deras hingga melewatkan waktu yang dinanti mereka untuk pulang kerumah karena jemputan yang biasanya tak kunjung datang.
Srappp…
“Aaaaaaaaa.” Pekik mereka terkejut ketika sebuah mobil datang dari arah yang tak di duga hingga membuat muara becek menyambar mereka berdua yang berteduh.
“Dasar nih orang punya mobil. Nggak punya sopan santun, main laju
saja. Nggak tau apa ada lobang di situ, awas kalo ketemu orang nya. Bakalan ku tonjokin tuh orang.” Ucap Fitri yang kesal dengan mengepalkan tangan nya karena baju putih dan wajah nya penuh dengan seni lumpur dari muara becek.
“Wajah mu cantik Fit.” Ucap Ima yang terkena tidak separah Fitri. Ima memuji fitri dengan tertawa kecil
Hujan semakin lama semakin deras hingga reda pun tiba. Tapi Fitri nggak mau pulang, dia memaksa Ima untuk pergi ke taman.
“Lihat bunga ini Ma, cantik dan harum nya, hmhmhmmh. Boleh dipetik nggak ya Ma?” Ucap Fitri sambil memegang bunga yang masih tertancap rapi di pot nya.
“Cabut aja.” Ucap Ima
Gubrakkkkkk….
“Aduh” Ucap Fitri
 “Maaf, aku nggak sengaja.” Ucap Fitri berdiri menuju cowok yang ia tabrak itu untuk mengambil bunga mawar yang terjatuh tak jauh dari nya.
“Enak aja minta maaf, emangnya kata maaf bisa merubah nih baju jadi bersih?” Ucap nya
“Tapi aku kan nggak sengaja.”
“Makan nih maaf!” Ucap cowok itu kesal dan marah sambil memijak bunga mawar yang terjatuh di dekatnya lalu ia pergi tanpa memperdulikan sedikitpun ucapan Fitri
“Dasar cowok egois, mawar yang harum dan menarik menjadi rusak karena dia. Awas kalau ketemu lagi dengan ku.” Ucap Fitri yang kesal karena tingkah cowok itu.
Ima hanya bisa terdiam membisu karena kekesalan cowok itu kepada Fitri yang tak sengaja menabrak nya. Jalan-jalan nya membuat kesal Fitri dengan tingkah nya, dengan terpaksa mereka pulang, daripada ada kejadian yang lainnya lagi.
Keesokan harinya di sekolah tempat Fitri menuntut ilmu, SMA 21 terlihat ada suatu pemandangan yang berbeda kala itu dan membuat rasa penasarannya muncul untuk mencoba mendekati kerumunan tersebut. Perlahan Fitri mulai menghampiri beberapa temannya yang memang juga sedang membicarakan wajah baru yang ditemuinya tersebut.
“Dia murid pindahan dari sekolah favorit, keren banget ya gayanya” ujar Ima yang baru datang.
“Keren dari mana nya sih? Coba aku jadi pengen tengok..”
Brukk..
Tiba-tiba sebuah lemparan bola basket yang cukup keras tepat mendarat diatas kepala Fitri. Ia pun melirik orang yang telah menyebabkan emosinya tumpah seketika itu juga. Ia ambil bola tersebut yang telah jatuh menjauh dari tubuhnya dan dengan sekuat tenaga Fitri pun membalas lemparannya. Namun sial tenaganya tak sekuat cowok itu. Fahri tersenyum sinis. Fitri pun meninggalkannya dengan rasa sakit kepala yang masih tak mau hilang.
Saat berada di dalam kelasnya ia terus mencoba mengingat lelaki yang dengan sekejap telah membuat moodnya jelek.
“Bukan kah dia cowok yang kemarin..” Fitri tiba-tiba ingat seseorang yang telah dengan sengaja menginjak bunga yang di petiknya kemarin di taman.
Fitri merasa jengkel dan melampiaskan semua itu pada motor nya Fahri.
            Dengan secepat kilat kabar tentang celakanya Fahri pun menyebar bak angin yang di tiup sangat kencang.
“Di rumah sakit? Kok bisa?” Fitri heran.
“Itu karena kamu Fit yang udah bikin dia kecelakaan!” Ima menyalahkan Fitri tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.
“Emangnya separah itu ya? Perasaan kemaren kan aku cuma naburin paku payung aja di ban motornya” Ucap Fitri yang masih merasa kebingungan dan sedikit cemas.
            Selama beberapa hari Ima tak mau berbicara ataupun sekedar menyapa sahabat satu-satunya itu. Dan yang membuat Fitri sangat jengkel adalah saat ia mengetahui Ima kini seolah berteman baik dengan Fahri. Saat Fahri berada di rumah sakit pun Ima selalu datang menjenguknya. Perasaan campur aduk kini bersemayam di lubuk hati Fitri. Betapa bencinya ia saat melihat sahabat baiknya tertawa lepas bersama dengan orang yang dianggap musuh
Istirahat sekolah ia manfaatkan untuk menemui Fahri yang sedang berada di depan kelasnya bersama teman-teman lelakinya.
“Punya masalah apa sih kamu sama aku? Udah buat aku kesel karena nginjek bunga dan ngelempar bola basket.. dan sekarang kamu mau ngambil sahabat aku?”
“Kenapa? Takut kehilangan Ima atau...”
“Atau apa?”
“Ada rahasia hati dibalik batu. Hahaha”  canda Fahri tersebut malah ditanggapi serius oleh Fitri.
“Aku nggak kan pernah suka ataupun naruh hati sama cowok nggak jelas kayak kamu!”
“Nggak jelas gimana maksudmu Fit? Lagian juga siapa yang suka sama kamu? Aku kan udah jadian sama sahabatmu”
Hari-hari berikutnya Fitri jalani dengan kurang semangat. Akhirnya ia mengakui ada secuil “rasa itu” yang terselip dalam ketidak sukaannya terhadap pria yang bernama Fahri.
Ma, aku minta maaf ya soal kesalahpahaman waktu itu.. selamat ya udah jadian sama Fahri. Semoga langgeng
Setelah memilih contac nama Ima di hapenya, Fitri pun memencet tombol send.
Ok. Besok aku tunggu kamu di taman waktu itu.
Karena kebetulan esok hari adalah hari minggu Fitri pun menyempatkan diri untuk bertemu dengan Ima.
“Bener nih kamu minta maaf sama aku? Bukan karena udah tau aku jadian sama Fahri jadi kamu merasa kecewa dan..”
“Ya!” ucap Fitri refleks
“Serius Fit?” tanya Ima dengan nada tak percaya.
            Ketika dua sahabat itu sedang menyelesaikan kesalahpahamannya, tiba-tiba saja orang yang sedang dibicarakannya datang dengan membawa seikat bunga mawar.
“Aku pulang dulu ya, Ma”  langkah kaki Fitri terhenti seketika saat berpapasan dengan cowok yang telah menorehkan rasa dihatinya. Dengan hitungan detik cowok itu memegang tangan Fitri seolah menahannya untuk pergi. Mata mereka saling menatap satu sama lain.
“Woy..” panggil Ima dengan keras namun dihiraukan begitu saja oleh Fitri dan Fahri.
Fahri membiarkan bunga dan secarik kertas itu berada di telapak tangan Fitri lalu pergi begitu saja bersama Ima.

Kau tahu..
Pertemuan pertama kita, pertemuan kedua kita, sampai pertemuan kita selanjutnya yang sering kali secara tak sengaja itu
Kau tahu..
Semua ini telah di atur?
Ya..
Tuhan memang adil
Merencanakan sedemikian alur yang indah bagi kita
Namun satu kesalahanku adalah..
Aku belum bisa mengungkapkannya secara langsung padamu.
Maafkan aku atas sikap yang tak dewasa ini.
Ima benar-benar pusat informasi yang penting bagiku untuk mengorek segala tentangmu
Tapi jika diberi pilihan aku lebih baik mengenalmu dalam diam
Tak perlu kamu membalas perasaan yang telah melekat di hati orang sepertiku
Semoga kau menerima pengakuanku.
You dont know your beautiful.. for me

Seperti dugaannya selama ini, rupa nya mereka hanya berpura-pura berpacaran demi mengetahui perasaan Fitri yang sebenarnya. Fitri tak mampu lagi menahan segala perasaan yang juga terpendam jauh dihatinya. Ia butuh bantuan dari Ima!
“Aku dan dia... akan kah...???” meski telah terbongkar kalau keduanya pun menyimpan perasaan yang sama satu sama lain tetapi pertanyaan itu tetap menggantung seperti cerita cinta mereka. Fitri dan Fahri.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

Tidak ada komentar